PictureStefanus Sandy
Stefanus Sandy Haryanto atau yang biasa dipanggil Ivan, adalah salah seorang tokoh legendaris dalam perkembangan bisnis Jeunesse Global di Indonesia.
Pria kelahiran tahun 1975 ini adalah sarjana ekonomi lulusan Universitas Parahyangan Bandung, kemudian melanjutkan pendidikannya ke Magister Manajemen (MM) di Prasetiya Mulya Bussiness School bidang studi Marketing & Finance dan lulus tahun 2000.
Keluarga Ivan memang merupakan keluarga pendidik. Ayahnya, Fadjar Harjanto adalah lulusan S3 dari Universitas di Perancis bidang Kimia dan Fisika, dan menjadi Ahli Kimia dan Guru Besar di sebuah Perguruan Tinggi ternama. Sedangkan ibunya, Tjutju Bunardi adalah seorang ibu rumah tangga biasa.


Sejak kecil Ivan sudah hidup berkecukupan. Karena itu selama menempuh pendidikan, ia tak terganngu dengan keharusan mencari uang untuk mencukupi kebutuhannya semacam biaya kuliah dan sebagainya. Namun walaupun demikian hal itu tidak membuatnya manja dan bermalas-malasan, setelah lulus kuliah justru tumbuh keinginannya untuk hidup mandiri.

Sebenarnya dengan gelar pendidikan yang dimiliki, ia memiliki peluang untuk bekerja di berbagai perusahaan dengan jabatan posisi penting. Tetapi ia punya rencana lain yaitu membangun masa depannya mejadi Miliarder Muda. Karena itu ia memilih menjadi Entrepreneur

Pada tahun 2000 ia mendirikan usaha sendiri yang bergerak di bidang trading cengkeh di Sulawesi. Tahun 2001 ia juga mendirikan pabrik sekaligus Supplier alat penyerap kelembaban yang digunakan oleh para eksportir. Tak hanya itu, sebagai anak muda yang tak bisa dipisahkan dari internet, pada tahun 2001 ia juga mulai menekuni bidang e-commerce. Dan dari bisnis e-commerce itulah Ivan mendapatkan 1 Milliar pertamanya di usia 25 tahun (Tahun 2001).

Bisnis Networking
Ivan tak puas dengan pendapatan yang sudah miliaran. Saat itu juga ia mencoba profesi yang lain, yaitu di bidang Networking. Ivan selalu tertantang untuk menjalankan hal-hal baru. Dengan latar belakang pendidikan di Bidang Marketing & Finance ia tertarik mengembangkan platform e-commerce global mulai tahun 2001. Dengan e-commerce global ia merasa bisa mengembangkan network berskala internasional. E-commerce global dengan konsep Networking ini bisa membuat kita berkembang lebih cepat jika dibandingkan kita bekerja sendiri.
Awalnya Ivan mencoba beberapa bisnis networking termasuk membesarkan sebuah perusahaan nutrisi asal Amerika Serikat. Di Perusahaan tersebut ia mencapai peringkat tertinggi di Indonesia dengan reward & insentif yang besar.

Tahun 2009 Ivan bertemu dengan Jenny Prasetio yang mengajaknya bergabung dengan perusahaan yang berfokus pada produk anti penuaan (anti aging) dari Amerika Serikat, yaitu Jeunesse Global. Perusahaan yang didirikan 9 September 2009 ini menawarkan konsep e-commerce, network & dropshipping. Jeunesse memiliki 2 produk yang paling banyak dibicarakan di berbagai negara yaitu Luminesce & Reserve. Teknologi yang digunakan untuk membuat produk tersebut sangat canggih sehingga bisa terserap tubuh dengan sangat cepat. Produk ini juga bisa disebut sebagai cell food, makanan untuk sel. Hal inilah yang menjadikan produk jeunesse bisa membuat orang awet muda.

Didukung produk terbaik, secara cerdik pula perusahan ini mengembangkan bisnisnya dengan networking berkonsep e-commerce. Tak heran dalam waktu singkat Jeunesse Global sudah berkembang di 91 negara dan menjadi salah satu perusahaan Network Marketing paling cepat perkembangannya di dunia.

Meskipun demikian Ivan tak segera bergabung dengan Jeunesse Global Indonesia. Memerlukan waktu setahun lebih untuk mengambil keputusan yang tepat. Menurutnya saat itu Jeunesse Indonesia belum siap secara infrastruktur.

Bergabung Jeunesse Global
Dalam pengamatan Ivan, ia menyadari betul bahwa teknologi terkini yang digunakan oleh Jeunesse adalah teknologi terbaru yang tanpa pesaing. Sehingga menghasilkan produk yang unik dengan pangsa pasar yang sangat besar. Sehingga pada Maret 2011 ia akhirnya memutuskan untuk bergabung di Jeunesse Global Indonesia.
Basis sistem e-commerce, network & dropshipping ini menjadi hal yang paling diperhatikan Ivan, karena tidak banyak perusahaan yang mampu mengintegrasikan konsep tersebut yang berlaku secara global.
Dengan konsep dropshipping seorang member tidak perlu memikirkan untuk stok produk maupun pengiriman ke berbagai negara, karena semuanya sudah diurus perusahaan.
Menurut Ivan kombinasi sistem e-commerce, network & dropshipping akan melipatgandakan kecepatan bisnis jeunesse ini.
Member yang benar-benar “take action plug into the system” akan sukses luar biasa.

Ivan bergabung di Jeunesse Global bukan orang yang pertama dari Indonesia. Artinya kesukesan bukan tergantung siapa yang bergabung lebih dulu, tetapi siapa yang bekerja lebih fokus.

Jenny Prasetio yang memperkenalkan Jeunesse ke Ivan saat ini berperingkat Ruby dan Ivan ternyata berperingkat lebih tinggi yang Emerald Director. Di bisnis jeunesse Ivan juga memiliki mentor kelas dunia Mrs.Kim Hui, seorang Double Diamond Director (memiliki total komisi kumulatif  Rp 120 Milyar). Sejauh ini baru Mrs. Kim Hui yang meraih prestasi sebagai Double Diamod di Jeunesse Global. Sedangkan Diamond Director baru 5 orang di dunia. Sehingga masih sangat besar peluang untuk menjadi Diamond di Indonesia maupun Dunia.

Prestasi Ivan langsung melejit sejak bergabung di Jeunesse Global. Di bulan pertama ia mendapatkan Rp 70 Juta. Dalam 3 bulan meraih posisi Ruby dan meraih posisi Emerald dalam waktu 6 bulan dengan pendapatan kumulatif Rp 1 Milyar. Saat ini, dalam waktu kurang dari 2 tahun sejak bergabung total pendapatan kumulatifnya sudah mencapai Rp 4 Milyar.

Menurut Ivan, sukses yang diraih dengan cepat ini, selain karena produknya yang dibutuhkan banyak orang dan sistem Jeunesse Global yang luar biasa, juga didapat karena kerja kerasnya. “Kita membantu orang lain maka kita akan terbantu”, katanya sedikit berfilosofi.

Sumber: Majah Luar Biasa
 


Comments

04/10/2014 9:18am

Thanks for sharing , i found your site useful and interesting. I will be following other posts.

Reply



Leave a Reply

    Author

    Saya adalah seorang Pengusaha yang sudah lama berkecimpung di dunia Jasa khususnya Usaha Rumah Makan dan Pendidikan. Pekerjaan terakhir ialah Direktur Operasional PT Top Food Indonesia yang mengelola Jaringan Rumah Makan Es Teler 77, sehingga pengalaman saya dibidang Waralaba / Franchise sudah tidak diragukan lagi. Pensiun dari PT Top Food Indonesia pada akhir tahun 2010.

    Archives

    September 2013

    Categories

    All
    Success Story